Kudapati diri, sendiri di sini. Menatap ruang dengan tiap sudutnya. Hasetag Lockdown yang selalu didengungkan di medsos, televisi, radio, maupun media informasi lainnya, membuat siapa saja harus stay at home demi memutus rantai wabah corona virus disease 2019 (COVID-19) yang sudah diumumkan menjadi pandemi oleh WHO.
Saat ini, “rumahku adalah surgaku” seperti salah satu lirik yang pernah kudengar entah siapa Pencipta dan Penyanyinya, aku lupa. Juga seperti kata Sponge Bob bahwa “rumah adalah tempa sy,,,,, syt dimana semua orang sayang padamu”, atau juga seperti lagu yang liriknya “lebih baik disini rumah kita sendiri”. Lirik-lirik ini sebagai penguat bagi kita untuk sementara betah dirumah.
Wabah cepat berlalu adalah harapan setiap insan dipelosok dunia. Wuhan adalah Ibu Kota Provinsi Hubei di Negara China yang pertama terkena pandemi COVID-19 pada bulan Desember 2019, sebagaimana dikutip dari News Detik.com tanggal 30 Maret 2020. Wabah ini mengalami fase puncaknya pada bulan Januari dan Desember 2020. Sejumlah negara di Asia Tenggara atau anggota ASEAN lantas mulai melaporkan kasus pertama Corona. Kasus pertama yang dilaporkan ini ialah kasus impor dari Wuhan.
Sejak desember 2020 hingga saat ini diberbagai Negara termasuk Indonesia mulai menerapkan pemberian vaksin kepada Warganya.
perlahan membaik, ini ditandai dengan mulai bergeraknya perekonomian dan aktifitas warganya mulai berjalan seperti biasa. Terima kasih tak terhingga mereka elu-elukan kepada Tim Medis yang sudah menjadi garda terdepan dalam penanggulangan wabah ini.
Kesendirian yang kurasakan sampai dengan saat ini adalah suatu ujian. Menguji kesabaran dan keimanan, benar-benar hanya Allah kuandalkan. Berharap dalam kesendirian aku tak pernah goyah, tetap berada di rel semestinya, karena ada DIA yang mengawasi dan menjagaku. Hening dan sepi adalah teman yang setia. Namun yang selalu kusyukuri adalah Allah memudahkanku dalam kecukupan rejeki dengan memudahkan aku menetap disebuah perumahan bersubsidi, yang mulai kutinggali pasca gempa tepatnya bulan oktober 2018. Serta kendaraan roda empat yang kugunakan untuk berurusan.
[...] dan kini 6 tahun kemudian tepat di Oktober 2024, yang sudah perlahan meninggalkan kenangan bencana dahsyat, pandemi yang panjang, dan semua itu ternyata bisa berlalu juga. Kini sebentar lagi InshaAllah bertambah usia menjadi 38 tahun di 08 Oktober nanti, kuucapkan "Alhamdulillah ya Allah, terimakasih wahai diri, sudah kuat, selalu sehat, dan tetaplah jadi baik dalam benar".
38 tahun merasakan indahnya dunia dengan berbagai warna dan rasa yang disuguhkan Sang Ilahi dalam wadah semesta, perubahan generasi silih berganti hingga tahun terakhir ini adalah gen Z sesudah era milenial, seiring pula dengan tantangan zaman yang mempengaruhi segala aspek kehidupan, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dan maju. *Zalhalhaa*